Judul diatas pasti sudah tidak asing lagi di telinga para pengguna internet, tidak tahu pasti kapan mulai mewabah di Indonesia, yang jelas sekitar tahun 2000 an rata-rata para marketing online ini memulai bisnisnya melalui dunia maya. Kalau dulu mungkin orang memakai internet hanya sebagai mesin pencari informasi dan sebagai hiburan tapi sekarang fungsinya menjadi bertambah sebagai alat pencari duit juga. Fungsi yang baru inilah yang kemudian menjadi sebuah medan magnet bagi para penggunanya. Bahkan kebutuhan ini lalu di tangkap oleh beberapa lembaga baik secara online maupun offline yang mengadakan berbagai training-training, mulai dari yang gratis sampai harus bayar per bulannya. Ya kepandaian sebagai marketing online sekarang telah menjadi kebutuhan, karena memang tidak bisa di pungkiri bahwa dunia online memberikan kecepatan perkembangan dalam dunia bisnis, yang tidak pernah berhenti dalam 24 jam sehari, kapanpun orang bisa berakses dengan internet.
Bisnis Online adalah sebuah usaha yang mempunyai kepentingan mendapatkan penghasilan dengan menggunakan media internet (online). Mulai dari orang tua, muda, laki-laki, perempuan mulai menggunakan media online ini sebagai tempat mencari duit siapa yang tidak tergoda dengan kemudahaannya, hanya dengan duduk didepan komputer saja, rekening bank sudah terisi dengan sendirinya, walaupun ini juga tidak bisa dianggap semudah itu karena jam terbang ikut mempunyai andil dalam hal ini, para pemula mungkin harus bersabar dan rajin berkelana di web-web para marketer online untuk mendapatkan tips dan triknya juga info-info lainnya.
Untuk menjalankan bisnis online tidak ada tuntutan bahwa seseorang harus menguasai teknologi yang tinggi, mengerti bahasa HTML dan bisa membuat website, semua orang bisa melakukannya, keahliannya hanyalah pandai berpromosi. Berpromosi seperti apa tidak akan diulas disini, lain waktu saya akan coba tulis tentang itu.
Kegiatan bisnis apa saja yang bisa di lakukan secara online, ini diantaranya:
1.kita menjual produk kita sendiri, sebagai informasi aja sekarang ibu-ibu rumah tangga menjual dagangannya seperti sprei, baju sudah memiliki website sendiri sebagai etalase/toko online-nyauntuk mempromosikan dagangannya.
2.Menjual produk orang lain dan kita hanya mendapatkan komisi,kita yang melakukan itu biasa disebut sebagai reseller, kalau ini biasanya/kebanyakan produknya berupa e-book. Bidang usaha ini biasanya lebih dikenal dengan program Affiliate
3.Usaha dengan sistem MLM, kalau dulu orang mencari downline-nya dengan cara offline sekarang dengan media website ataupun banner orang bisa menjaring downline
4.Sebagai penerbit (publisher) dari beberapa iklan, nah yang ini sepertinya paling banyak diminati. Kita akan dapat penghasilan apabila iklan yang ada di web kita di klik oleh orang lain (pay per clic). Google adsense adalah paling laris dilirik orang, selain bayarnya dengan dollar, iklannya juga berkelas. Tapi tidak hanya google adsense saja yang menyediakan keuntungan ini, ada juga adbrite yang daftarnya sangat gampang, selain juga affiliat-afiliate lokal (adsense versi Indonesia)
5.Mendaftar progran referral, artinya kita mempromosikan produk-produk dari para affiliate (adsense referral) contohnya kita memakai adsense referral Google untuk mempromosikan produk-produk google yang salah satunya adalah Google adsense, nah keuntungan sebagai adsense referral adalah apabila ada seorang pengunjung web kita yang mendaftar program google adsense dengan mengklik banner atau link di web kita, maka kita akan dapat mendapat barayan dari google
Usaha online apapun yang akan kita jalankan, kita harus dituntut untuk tetap bijak dan berhati-hati terutama dalam penggunaan modal yang kita miliki, walaupun rata-rata bisnis online tidak membutuhkan modal yang terlalu besar, bahkan ada yang tanpa modal tapi kita tetap harus memperhitugkan bahwa di dunia maya segalanya bisa terjadi, secara offline saja yang dengan bertatap muka langsung masih bisa terjadi penipuan dan kejahatan apalagi di dunia online yang antara penjual dan pembeli tidak saling berhadapan langsung.
Selamat berbisnis online…
Selasa, 29 April 2008
Senin, 03 Maret 2008
Dari Working mom menjadi working at home
Menjadi working at home ataupun working mom itu adalah pilihan untuk para ibu tetapi apapun pilihan itu pasti semua demi keluarga. Berdasarkan pengalaman pribadi sebagai seorang ibu yang masih mempunyai anak balita, ada rasa berat meninggalkan anak ketika akan berangkat kerja lebih-lebih jika si anak juga tidak menghendaki kita pergi, belum lagi kita yang terburu-buru karena diburu waktu jam kantor yang menyebabkan perpisahan dengan anak menjadi “tidak sempurna” pergi dengan anak nangis dan sebagainya, yang pada akhirnya akan menjadi beban pikiran juga di tempat kerja belum lagi bos yang mengesalkan dan pekerjaan yang membuat kita tertekan dan stress diuber target dan sebagaimananya, gambaran diatas mungkin terkesan berlebihan tapi tidak menutup kemungkinan ada juga para working mom yang mengalami demikian kalau sudah seperti itu ingin rasanya dirumah saja menemani anak.
Seandainya negara lebih memikirkan kesejahteraan rakyatnya daripada meningkatkan laju perekonomian yang justru hasilnya tidak “menetes” ke bawah (baca: rakyat kecil ) mungkin tiap keluarga cukup salah satu yang bekerja entah itu si ayah atau ibu saja, tapi realitanya beban hidup yang terus memuncak dengan harga-harga pasar yang semakin melambung terutama dikebutuhan pokok, belum lagi soal pendidikan anak yang tidak murah akhirnya itu semua menuntut dalam suatu keluarga si ayah dan ibu harus bekerja (kalau dapat warisan tujuh turunan sih lain soal)
Ibu bekerja diluar rumah mempunyai dua kebutuhan pertama sebagai aktualisasi diri di sektor publik, yang kedua untuk mencari penghasilan tetap. Konsekwensinya ibu harus meninggalkan rumah sampai seharian ( eight to five lah ) dan anak akan diasuh oleh pembantu atau kerabat yang lain. Berdasarkan pengalaman pribadi penulis sewaktu masih single dulu memang karir ingin menjadi yang utama tapi setelah berkeluarga dan memiliki anak rasanya tidak ada yang ingin dikejar lagi soal karir diluar rumah, sekarang anaklah yang menjadi kebutuhan no.1. Tulisan ini bukannya menyalahkan si ibu yang bekerja diluar karena kondisi dan situasi lah yang menuntut, tapi hanya sekedar berbagi inspirasi dan rencana jangka panjang karena tidak semua ibu yang bekerja diluar rumah suka pada kondisi ini.
Jika ibu mempunyai rencana menjadi working at home mom saja, jangan cepat-cepat mengambil keputusan ini, tapi perlahan-lahan arahkan semua usaha untuk rencana bekerja di rumah, karena untuk memulai usaha baru tidaklah gampang dan untuk eksis perlu waktu untuk itu sulusinya bagi working mom yang ingin menjadi working at home langkah pertama carilah penghasilan tambahan yang bisa kita jalankan sendiri disela-sela rutinitas sebagai working mom dan tekunilah pekerjaan tambahan itu, siapkan juga second side job sebagai backing dari first side job kita untuk menyiapkan dan berjaga-jaga aja jika first job kita gagal atau penghasilannya kurang, ya inilah langkah awal seorang working mom yang ingin beralih menjadi work at home mom. Semoga berhasil ya...
Selasa, 26 Februari 2008
Usaha buat ibu dirumah
Melihat iklan minuman dengan rasa madu yang diperankan Shanaz Haque, disitu dia berperan sebagai ibu yang mempunyai kesibukan di pagi hari mulai mengurus anak, suami dan rumah, ya.. itulah potret seorang ibu dimana saja. Sebagai seorang yang “diserahi” kewajiban mengurus rumah dengan pekerjaan-pekerjaan domestiknya. Jika si ibu bekerja dirumah maka kewajiban domestik itu akan beralih atau dibantu oleh pembantu rumah tangga, tapi bagaimanapun juga rutinitas di pagi hari baik untuk ibu yang bekerja diluar rumah maupun ibu yang hanya dirumah saja tetap saja menjadi agenda tersendiri yang selalu ada. Kerepotan luar biasa semakain dirasakan apabila si ibu bekerja diluar rumah dengan jam kerja yang mengikat, karena pasti semua akan dikerjakan dengan buru-buru agar tidak terlambar ngantor tentunya, walaupun sudah dibantu oleh si-mbak tetap aja nggak bisa santai lebih-lebih yang masih punya anak kecil, ya sama seperti di iklan minuman itu.
Kondisi perekonomian memang menuntut dalam keluarga baik bapak maupun ibu untuk bekerja, jika bapak setiap hari harus keluar rumah untuk bekerja dan si ibu pun dituntut demikian lalu bagaimana anak-anak ? Banyak orang mensiasatinya dengan memperkerjakan pengasuh anak ataupun si anak dititipkan pada keluarga dekat, atau memakai TPA, dan dimalam hari mereka bisa menemani anak-anak mereka. Kondisi seperti ini memang dirasa wajar karena memang itulah jalan keluar agar kebutuhan keluarga dapat terpenuhi.
Kebutuhan seorang ibu pasti ingin dekat dengan anak-anaknya, mereka pasti merasakan beratnya berpisah setengah hari dengan anak-anak mereka, jika ada pilihan lain mempunyai penghasilan tapi juga bisa menemani anak dirumah pasti rata-rata ibu akan memilih pilihan kedua ini.
Kondisi perekonomian memang menuntut dalam keluarga baik bapak maupun ibu untuk bekerja, jika bapak setiap hari harus keluar rumah untuk bekerja dan si ibu pun dituntut demikian lalu bagaimana anak-anak ? Banyak orang mensiasatinya dengan memperkerjakan pengasuh anak ataupun si anak dititipkan pada keluarga dekat, atau memakai TPA, dan dimalam hari mereka bisa menemani anak-anak mereka. Kondisi seperti ini memang dirasa wajar karena memang itulah jalan keluar agar kebutuhan keluarga dapat terpenuhi.
Kebutuhan seorang ibu pasti ingin dekat dengan anak-anaknya, mereka pasti merasakan beratnya berpisah setengah hari dengan anak-anak mereka, jika ada pilihan lain mempunyai penghasilan tapi juga bisa menemani anak dirumah pasti rata-rata ibu akan memilih pilihan kedua ini.
Banyak cara dan jalan jika ibu ingin bekerja dirumah, tentunya dengan wirausaha sendiri dan itu membutuhkan ketekunan dan kesabaran, karena kesusksesan tidak dapat diperoleh hanya dalam hitungan hari saja. Berikut ini adalah pilihan usaha jika ibu ingin menjadi work at home mom..:
- Berjualan barang-barang pokok di rumah, promosi bisa dilakukan baik door to door maupun lewat jasa media, Usaha ini bisa dijalankan dari dirumah dengan membuaka toko Pembeli bisa datang kerumah kita, ataupun kita menawarkan sistem delivery order. Berikan diskon kepada pembeli yang sudah menjadi pelanggan (setiap bulan mereka order kepada kita). Kita perlu melihat peluang bahwa kebutuhan orang sekarang adalah mereka tidak ingin repot termasuk bagaimana mereka belanja kebutuhan
- Berjualan Baju dan Aksesoris, ini berhubungan dengan perempuan pasti deh ibu-ibu jagonya. Promosi dan penjualannnya bisa sama seperti pilihan pertama. Kalau ada modal, kita bisa membuat gerai yang memajang barang-barang kita. Garasi pun bisa disulap menjadi tempat pajangan barang-barang kita
- Membuat masakan dan kue-kue, ini juga nggak jauh-jauh amat dengan aktivitas ibu, tiap lebaran pasti kan kita buat kue kering, nah kebayang nggak kalau itu bisa jadi uang. Pertama buat aja sample gratisan dulu, sample ini bisa dibagikan ketika datang ke arisan ataupun datang ke rumah teman. Lewat media juga bisa, hanya saja kalau bisnis ini diklankan lewat media harus dibuat iklan yang benar-benar membuat orang penasaran untuk mencoba, karena ini menyangkut rasa. Kalau bisnis sudah jadi besar, pasti tidak ada waktu istirahat karena pesanan datang terus. Yang pintar membuat masakan juga bisa membuat catering baik untuk pesta, makan siang di pabrik ataupun untuk rumah tangga.
- Membuat produk, Ini biasanya sesuai dengan keahlian kita misalnya kita bisa membuat barang dari kain perca atau bahan daur ulang. Barang ini bisa difungsikan sebagai souvenir atau barang rumah tangga. Kalau kita tekun dengan usaha ini kedepan kita bisa membuka pasar ke luar negeri. Sering-seringlah mengikuti pameran. Penjualan juga bisa melalui toko-toko dengan sistem konsinyasi.
- Even Organizer (EO), sebenarnya ini bukan hal baru lagi, malah kebanyakan perempuan yang mengelola ini. Jika usaha EO yang dipilih perbanyaklah jaringan dengan orang-orang yang berhubungan dengan persiapan pesta, seperti catering, salon, hotel , pembuat souvenir karena secara tidak langsung mereka team kerja kita juga.
- Membuat Lembaga Pendidikan, Jika kita punya keahlian seperti Bahasa Inggris, ataupun pelajaran sekolah lainnya, kita bisa memberi les baik privat maupun grup. Jika dirumah ada tempat yang nyaman buat belajar, murid bisa datang ketempat kita, atau kalau tidak memungkinkan kita yang kerumah si murid. Kalaupun harus meninggalkan rumah paling tidak sampai 8 jam seperti kita ngantor.
- Usaha Frenchise (Waralaba). Usaha ini tidak perlu dari nol, asal kita punya modal yang cukup untuk membeli lisensinya dari yang punya frainchise. Paling tidak nama usaha kita sudah dikenal orang, kita hanya mengikuti saja aturan main dari pihak frenchise, hanya saja kita perlu hati-hati dalam memilih usaha, karena kalau frenchise kita bangkrut kita pun juga kena imbasnya. Contoh untuk makanan misalnya Ayam Goreng Mama atau Dunkin Dunut
- Marketing online
Usaha ini modalnya hanya seperangkat komputer (PC)/laptop yang terhubung dengan jaringan internet. Di dunia maya ini kita bisa berbisnis apa saja. Mulai dari memasarkan produk kita sampai kita hanya menjadi publiser saja.
Apapun usaha yang kita lakukan, kuncinya hanyalah kesabaran dan keuletan. Dan ketika pertama kali kita coba rasa percaya diri aja, Nggak perlu modal yang besar-besar, buatlah usaha yang kecil-kecilan dulu jika hasilnya cukup baru kita bisa ekspansi.
Langgan:
Entri (Atom)



